Swine

Glasser’s Disease (Haemophilus parasuis)

Glasser’s disease adalah penyakit menular pada babi yang ditandai  dengan adanya meningoensephalitis, polyserositis dan polyarthritis. Penyebab Glasser’s disease adalah  Haemophilus parasuis (Hps), bakteri gram negatif bentuk batang yang kecil dan pleomorfik. Penyakit ini terjadi secara sporadis dan biasa diamati pada babi usia 3-12 minggu, bahkan lebih tua. Kasus biasanya muncul saat stres karena penyapihan, perubahan

Glasser’s Disease (Haemophilus parasuis) Read More »

Porcine Reproductive and Respiratory Syndrome pada Babi

Porcine Reproductive and Respiratory Syndrome (PRRS) adalah salah satu penyakit virus yang menyebabkan kerugian besar pada industri peternakan babi di dunia. PRRS menyebabkan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi, performance reproduksi tidak baik dan pertumbuhan yang lambat pada anak babi karena gangguan pernafasan. Di US, PRRS diperkirakan menyebabkan kerugian sekitar $ 664 juta/tahun. Pada tahun

Porcine Reproductive and Respiratory Syndrome pada Babi Read More »

Mikoplasma pada Babi

Mikoplasma adalah penyakit pernafasan kronis yang meluas pada babi yang ditandai dengan batuk, gangguian pertumbuhan dan berkurangnya efisiensi pakan. Mikoplasma pada babi yang sering disebut dengan \”Enzootic Pneumonia (EP)\” adalah penyakit yang umum dan tersebar luas yang terjadi sepanjang tahun. EP sering lebih terlihat dalam bentuk kronis di mana ada populasi ternak babi dengan kondisi

Mikoplasma pada Babi Read More »

Apa itu Porcine Respiratory Diseases Complex (PRDC) ?

Penyakit pernapasan adalah masalah ekonomi yang serius bagi produsen babi dan dokter hewan di seluruh dunia sampai saat ini. Istilah kompleks penyakit pernapasan babi (PRDC) telah digunakan untuk menggambarkan pola kemunculan penyakit pernapasan ini. PRDC bersifat multifaktorial, melibatkan faktor manajemen dan berbagai patogen. Gejala klinis PRDC antara lain adalah lesu, anoreksia, demam, keluarnya cairan dari

Apa itu Porcine Respiratory Diseases Complex (PRDC) ? Read More »

Perlukah Program Vaksinasi pada Ternak Babi ?

Industri peternakan babi di dunia masih disibukkan dengan penyakit African Swine Fever (ASF) sampai sekarang. Pengobatan maupun vaksin yang tepat untuk mengontrol ASF masih belum ditemukan, sehingga peternak babi di seluruh dunia masih terus memantau inovasi dari penelitian vaksin, temasuk peternak kita di Indonesia. Mengapa vaksin ASF ditunggu-tunggu dan menjadi penting? ASF membunuh hampir semua

Perlukah Program Vaksinasi pada Ternak Babi ? Read More »

Swine Influenza pada Babi

Swine Influenza atau Flu babi adalah infeksi virus influenza A, RNA virus golongan orthomyxovirus yang sangat menular pada babi. Penyakit ini biasanya menyebar sangat cepat di dalam unit pemeliharaan babi meskipun semua babi yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda klinis infeksi, kemudian diikuti dengan pemulihan cepat. Subtipe yang paling umum ditemukan pada babi adalah influenza

Swine Influenza pada Babi Read More »

Virus African Swine Fever pada Ternak Babi

African Swine Fever (ASF) adalah penyakit virus yang sangat menular dan mematikan baik pada babi domestic ataupun babi liar. Namun demikian, ASF bukanlah penyakit zoonosis jadi bukan ancaman bagi kesehatan manusia karena tidak bisa ditularkan dari babi ke manusia. Sejarah mencatat bahwa ASF pertama kali ditemukan tahun 1921 dan menjadi penyakit endemis di beberapa negara

Virus African Swine Fever pada Ternak Babi Read More »

Pentingnya Biosekuriti pada Peternakan Babi

Biosekuriti adalah implementasi tindakan mengurangi risiko masuknya dan penyebaran agen penyakit. Tindakan biosekuriti harus digunakan untuk menghindari masuknya patogen ke dalam peternakan (biosekuriti eksternal) dan untuk mencegah penyebaran penyakit pada hewan yang tidak terinfeksi di dalam kawanan atau dari peternakan satu dan ke peternakan lain, ketika patogen sudah ada (biosekuriti internal). Elemen utama biosekuriti meliputi

Pentingnya Biosekuriti pada Peternakan Babi Read More »