admin

Porcine Circovirus Associated Disease (PCVAD)

Sejak tahun 1990-an, industri babi di dunia telah melihat peningkatan yang dramatis terhadap kasus Porcine Circovirus type 2 (PCV2). Istilah PCVAD dipakai di Amerika, sedangkan di Eropa mereka lebih mengenal dengan sebutan Porcine Circoviral Disease (PCVD). Kejadian penyakit ini meluas baik di Amerika, Eropa dan dilaporkan juga di sebagian besar daerah-daerah penghasil babi. Virus ini […]

Porcine Circovirus Associated Disease (PCVAD) Read More »

Coronavirus pada Ayam (Infectious Bronchitis)

Coronaviruses (CoV) adalah virus RNA yang tersebar di seluruh dunia yang mempengaruhi beberapa spesies, termasuk manusia dan menyebabkan spektrum penyakit yang luas. Secara historis, ancaman serius bagi kesehatan masyarakat baru disadari saat kejadian kasus pneumonia manusia terkait CoV yang berasal dari inang hewan muncul pada 2002 dan 2012. Kekhawatiran terkait infeksi CoV meningkat secara dramatis

Coronavirus pada Ayam (Infectious Bronchitis) Read More »

Infectious Bursal Disease pada Peternakan Ayam

Virus IBD adalah salah satu anggota Birnaviridae, genus Avibirnavirus. IBD juga dikenal dengan nama penyakit Gumboro, karena ditemukan pertama kali di Gumboro, Delaware, AS. IBD menyebabkan imunosupresif melalui infeksi limfosit B di bursa fabricius ayam dan menyebabkan infeksi sekunder dari patogen oportunistik yang memperburuk penyakit. Selain itu, kondisi imunosupresif ini juga bisa mengakibatkan respon kekebalan

Infectious Bursal Disease pada Peternakan Ayam Read More »

Glasser’s Disease (Haemophilus parasuis)

Glasser’s disease adalah penyakit menular pada babi yang ditandai  dengan adanya meningoensephalitis, polyserositis dan polyarthritis. Penyebab Glasser’s disease adalah  Haemophilus parasuis (Hps), bakteri gram negatif bentuk batang yang kecil dan pleomorfik. Penyakit ini terjadi secara sporadis dan biasa diamati pada babi usia 3-12 minggu, bahkan lebih tua. Kasus biasanya muncul saat stres karena penyapihan, perubahan

Glasser’s Disease (Haemophilus parasuis) Read More »

Avian Influenza (AI)

Avian influenza umumnya disebabkan oleh virus avian influenza tipe A. Penyakit yang juga dikenal dengan nama flu burung ini muncul di antara burung air liar di seluruh dunia dan dapat menginfeksi unggas peliharaan, spesies burung dan hewan lainnya. Avian influenza tipe A sangat menular di antara burung dan bahkan membunuh spesies burung/unggas peliharaan tertentu termasuk

Avian Influenza (AI) Read More »

Porcine Reproductive and Respiratory Syndrome pada Babi

Porcine Reproductive and Respiratory Syndrome (PRRS) adalah salah satu penyakit virus yang menyebabkan kerugian besar pada industri peternakan babi di dunia. PRRS menyebabkan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi, performance reproduksi tidak baik dan pertumbuhan yang lambat pada anak babi karena gangguan pernafasan. Di US, PRRS diperkirakan menyebabkan kerugian sekitar $ 664 juta/tahun. Pada tahun

Porcine Reproductive and Respiratory Syndrome pada Babi Read More »

Mikoplasma Pada Unggas

Mikoplasmosis pada unggas disebabkan oleh Mycoplasma spp., yangmana lebih dikenal sebagai agen bakterial dikalangan peternak. Akan tetapi, sebenarnya agak sulit untuk menempatkan penggolongannya karena para ahli menyatakan bahwa Mycoplasma itu bukan merupakan virus maupun bakteri. Apapun itu, spesies Mycoplasma yang paling signifikan dalam produksi unggas adalah M. gallisepticum, M. synoviae, M. meleagridis, M. iowae. Penyakit

Mikoplasma Pada Unggas Read More »

Mikoplasma pada Babi

Mikoplasma adalah penyakit pernafasan kronis yang meluas pada babi yang ditandai dengan batuk, gangguian pertumbuhan dan berkurangnya efisiensi pakan. Mikoplasma pada babi yang sering disebut dengan \”Enzootic Pneumonia (EP)\” adalah penyakit yang umum dan tersebar luas yang terjadi sepanjang tahun. EP sering lebih terlihat dalam bentuk kronis di mana ada populasi ternak babi dengan kondisi

Mikoplasma pada Babi Read More »

Infectious Coriza pada Unggas

Ini adalah penyakit pernapasan akut yang disebabkan oleh Avibacterium (Haemophilus)paragallinarum. Hal ini dapat terjadi pada ayam yang sedang tumbuh dan ayam petelur, menyebabkan peningkatan jumlah kematiann dan penurunan yang nyata (10-40%) dalam produksi telur. Semua umur rentan, unggas pembawa kronis dan sehat dapat menjadi reservoir penularan. Gejalanya sebagian besar berupa cairan hidung, edema wajah dan

Infectious Coriza pada Unggas Read More »