Kalkulasi Kebutuhan Indukan di Peternakan Babi

Anada pemula dalam beternak babi? Atau anda baru mau memulai usaha peternakan babi dan masih bingung mulai dari mana? Berikut kita akan mencoba memberikan gambaran kebutuhan jumlah indukan yang harus dipelihara dalam suatu peternakan untuk mencapai target produksi anakan dalam setahun.

Menghitung kebutuhan induk babi pada peternakan adalah langkah krusial dalam perencanaan produksi. Perhitungan ini akan menentukan seberapa besar kapasitas kandang yang dibutuhkan, jumlah pakan, hingga estimasi hasil produksi anak babi.

Berikut adalah cara menghitung kebutuhan induk pada peternakan babi secara detail:

A. Tentukan Target Produksi Tahunan

Langkah pertama adalah menetapkan berapa banyak anak babi siap jual/sapih per tahun yang ingin Anda hasilkan. Ini adalah dasar dari semua perhitungan selanjutnya. Misalkan contoh, Anda ingin menghasilkan 10.000 ekor anak babi sapih per tahun…berapa jumlah indukan yang diperlukan untuk mendapatkan target produksi tersebut? Tertarik untuk belajar lebih lanjut…yuk simak sampai akhir ya

B. Tentukan Produktivitas Induk (KPI Utama)

Ini adalah angka kunci yang paling memengaruhi perhitungan. Produktivitas induk diukur dari jumlah anak babi yang disapih per induk per tahun (Pigs Weaned per Sow per Year – PWSY) atau jumlah anakan yang dihasilkan 1 indukan selama 1 tahun (pig per sow per year – PSY).

Angka ini dipengaruhi oleh:

1. Jumlah anak lahir hidup per litter (Born Alive – BA): Rata-rata anak babi yang lahir hidup dalam satu kelahiran.

2. Tingkat kematian pra-sapih (Pre-weaning Mortality – PWM): Persentase anak babi yang mati sebelum disapih.

3. Jumlah kelahiran per induk per tahun (Litter per Sow per Year – LSY): Ini dihitung dari total hari tidak produktif (non-productive days – NPD) dan hari kebuntingan + laktasi.

CONTOH PERHITUNGAN:

a. Rumus LSY: 365 / (lama kebuntingan + lama laktasi + non-productive day)

* Lama kebuntingan: 114 hari
* Lama laktasi : 21-28 hari (tergantung kebijakan peternak)
* Non productive days (NPD): Hari dimana induk tidak bunting atau menyusui. Ini termasuk interval sapih-kawin, gagal kawin, keguguran, dan hari kosong lainnya. Target NPD yang baik adalah <20 hari. Contoh: Jika lama laktasi 21 hari dan NPD ideal 15 hari LSY = 365 / (114 + 21 + 15) = 365 / 150 = 2.43 litter/tahun b. Rumus PWSY: BA x (1 - PWM) x LSY * Born alive (BA) = 14 ekor/litter * Pre-weaning Mortality (PWM) = 10% (0.10) * LSY (hitungan awal) = 2.43 litter/tahun Maka, PWSY = 14 x (1 - 0.10) x 2.43 = 14 x 0.90 x 2.43 = 12.6 x 2.43 = 30.6 ekor anak babi sapih/induk/tahun C. Hitung Kebutuhan Induk Bunting (Sow Inventory) Setelah Anda memiliki hitungan target produksi dan PWSY, Anda kemudian bisa menghitung jumlah induk yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut. Rumus Kebutuhan Induk: Target Produksi Tahunan / PWSY * Target produksi = 10.000 anak babi sapih/tahun * PWSY = 30.6 Maka jumlah indukan yang dibutuhkan adalah = 10.000 / 30.6 = 327 ekor induk D. Perhitungkan Angka Afkir (Culling Rate) dan Induk Pengganti (Replacement Gilts) Ingat, induk babi tidak akan produktif selamanya. Sebagian akan diafkir (dikeluarkan dari kawanan) karena usia, masalah reproduksi, masalah kaki, atau performa buruk. Oleh karena itu, peternak perlu memperhitungan pengganti induk yang diafkir dengan gilts (calon induk). Angka Afkir Induk Tahunan: Rata-rata berkisar 35-50% per tahun tergantung manajemen dan umur induk. Rumus Kebutuhan Induk Pengganti (Gilts) / tahun: Kebutuhan Gilts = JUmlah Induk yang dibutuhkan x Angka Afkir Tahunan * Jumlah kebutuhan induk = 327 ekor * Angka Afkir Tahunan = 40% Maka, kebutuhan calon induk penggantinya adalah 327 x 0,40 = 131 ekor gilts/tahun Artinya, peternak perlu menyiapkan sekitar 131 ekor dara per tahun untuk masuk ke dalam breeding sebagai pengganti, baik itu dengan mempersiapkan sendiri atau beli dari sumber lain yang terpercaya. 131 ekor ini kemudian dibagi menjadi beberapa kali masuk, sesuai dengan umur/bacth pemeliharaan di kandang. E. Hitung Kebutuhan Pejantan (Boar Inventory) Pejantan juga penting dalam sistem breeding. Jumlah pejantan yang dibutuhkan tergantung pada metode kawin (IB dan kawin alami) dan frekuensi penggunaannya. Rasio jumlah Induk : Pejantan idealnya adalah * untuk Kawin Alami : Umumnya 1 pejantan untuk 15-20 induk. * untuk Inseminasi Buatan (IB): Kebutuhan pejantan lebih sedikit, 1 pejantan untuk setiap 50-100 induk, atau bahkan lebih sedikit jika mengandalkan semen dari luar. Namun demikian, pejantan ini tetap diperlukan untuk membantu proses deteksi birahi. Jika peternakan sudah bisa melakukan IB, * Jumlah induk 327 induk * rasio pejantan dengan aplikasi IB adalah 1 : 50 Maka, kebutuhan Pejantannya : 327 / 50 = 7 ekor pejantan F. Perhitungan Kebutuhan Kandang (Sow Places) Setelah mengetahui jumlah indukan yang dibutuhkan, tahap selanjutnya adalah menghitung perkirakan kebutuhan kandang untuk setiap fase produksi. 1. Jumlah Kandang Beranak (Farrowing Crates):** Setiap induk akan berada di kandang beranak selama periode laktasi (sekitar 21 hari) ditambah waktu kosong untuk pembersihan dan sanitasi (misalnya 7 hari). Jadi, total hari pemakaian per kelahiran adalah 28 hari. * Hari pakai per tahun per crate = 365 hari * Farrowing Cycles per Crate per Tahun = 365 / 28 = 13 siklus * Total Kelahiran per Tahun = Kebutuhan Induk x LSY = 327 x 2.43 = 795 kelahiran * Kebutuhan Farrowing Crates = Total Kelahiran per Tahun/Farrowing Cycles per Crate per Tahun = 795 / 13 = 61 unit Jika peternak menggunakan batch management skema 3 mingguan, maka diperlukan jumlah kandang beranak yang cukup untuk menampung satu batch penuh induk yang melahirkan. * Misal, jika target rencanakan 20 induk per batch dan ada 2 batch yang overlapping (satu sedang menyusui, satu lagi baru masuk), maka diperlukan minimal 40 farrowing crates yang bisa digunakan di dua ruangan terpisah. 2. Jumlah Kandang Bunting/Gestation Stalls/Pens Induk akan berada di kandang bunting selama 114 hari. * Jumlah Kandang Bunting = Kebutuhan Induk - Jumlah Induk di Farrowing Crates * Sekitar 70-80% dari total induk jika ada di kandang individu/kelompok. 3. Jumlah Kandang Kawin/IB:** Kandang individu untuk induk yang disapih dan gilts yang menunggu kawin, jumlahnya tergantung pada jumlah induk yang masuk estrus setiap batch. 4. Jumlah Kandang untuk Gilts (Replacement Gilts) Kandang untuk menampung gilts dari mulai seleksi hingga siap dikawinkan. Semoga tidak bingung ya he he he... Berikut adalah Contoh Ringkasan Perhitungannya...yuk simak sekali lagi ya. Mari kita rangkum dengan contoh angka: 1. Target Produksi : 10.000 anak babi sapih/tahun 2. Produktivitas Induk: * Born Alive (BA) : 14 ekor/litter * Pre-weaning Mortality (PWM) : 10% * Lama Laktasi : 21 hari * Non-productive Days (NPD) : 15 hari * Litter per Sow per Year (LSY) = 365 / (114 + 21 + 15) = 2.43 * Pigs Weaned per Sow per Year (PWSY) = 14 x (1 - 0.10) x 2.43 = 30.6 3. Kebutuhan Induk Produktif: 10.000 / 30.6 = 327 ekor induk 4. Tingkat Afkir Induk : 40% 5. Kebutuhan Induk Pengganti (Gilts):327 x 0.40 = 131 ekor gilts/tahun 6. Kebutuhan Pejantan (IB): sekitar 7-10 ekor pejantan (termasuk pejantan produksi dan tester). 7. Kebutuhan Kandang Beranak: 795 kelahiran/tahun / 13 siklus/crate/tahun = 61 unit farrowing crates (ini adalah jumlah minimum yang selalu terisi. Untuk penerapan batch management, peternak perlu pertimbangkan jumlah ruangan/unit yang kosong untuk sanitasi). Nah, gimana teman-teman...sudah bisa ada gambaran khan? Coba bisa lakukan simulasi sendiri dengan target kamu dan standart performance yang yakin kamu bisa capai ya...Pastikan beberapa point penting sebagai bahan acuan ya, seperti: 1. Data Riil Peternakan: Gunakan data produktivitas riil dari peternakan Anda sendiri (jika sudah berjalan) untuk perhitungan yang lebih akurat. Jika peternakan baru, gunakan standar industri atau target genetik yang realistis dengan fasilitas kandang yang ada. 2. Buffer/Cadangan: Selalu sediakan sedikit \"buffer\" atau cadangan dalam perhitungan (misalnya 5-10% lebih banyak) untuk mengantisipasi fluktuasi produksi, kematian mendadak, atau masalah tak terduga. 3. Konsultasi Ahli: Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli nutrisi hewan, dokter hewan, atau konsultan peternakan untuk memvalidasi perhitungan dan perencanaan Anda. Dengan perhitungan yang cermat ini, Anda dapat merencanakan peternakan babi secara efisien, menghindari kekurangan atau kelebihan kapasitas, serta mengoptimalkan keuntungan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *