Managemen breeding menjadi kunci penting dalam program reproduksi di peternakan babi. Karena menjadi tempat dimana \”mesin uang\” berada, breeding idealnya menjadi tempat yang nyaman untuk indukan agar mampu mengeluarkan potensi genetik terbaiknya. Berikut adalah panduan manajemen pemeliharaan babi pasca melahirkan:
Perawatan Induk Babi
1. Pemberian Pakan dan Air Minum
a. Pemberian Pakan: Segera setelah melahirkan, induk babi harus diberi pakan yang kaya nutrisi untuk memulihkan energinya dan mendukung produksi susu. Pakan khusus induk menyusui sangat direkomendasikan. Berikan pakan dalam jumlah kecil terlebih dahulu dan tingkatkan secara bertahap.
b. Air Minum: Pastikan induk babi memiliki akses air minum bersih yang tidak terbatas (ad libitum). Air sangat penting untuk produksi susu dan mencegah dehidrasi.
2. Kebersihan dan Kenyamanan Kandang
a. Kebersihan: Segera bersihkan sisa-sisa proses melahirkan seperti plasenta dan cairan ketuban dari kandang. Jaga lantai kandang tetap kering dan bersih untuk mencegah infeksi.
b. Suhu Kandang: Sediakan lingkungan yang nyaman dengan suhu yang ideal. Tantangannya adalah induk babi lebih suka suhu yang sejuk, sedangkan anak babi membutuhkan suhu yang hangat. Pastikan ada area yang terpisah (crepe area) yang dilengkapi dengan lampu pemanas untuk anak babi.
3. Pemantauan Kesehatan
a. Observasi: Amati induk babi secara rutin untuk mendeteksi tanda-tanda penyakit, seperti demam, nafsu makan berkurang, atau peradangan pada puting susu (mastitis).
b. Pemberian Obat: Berikan obat-obatan yang diperlukan sesuai anjuran dokter hewan, seperti antibiotik untuk mencegah infeksi pasca melahirkan.
Perawatan Anak Babi
1. Perawatan Segera Setelah Lahir
a. Pembersihan: Bersihkan cairan dan lendir dari hidung serta mulut anak babi.
b. Pemotongan Tali Pusar: Potong tali pusar dengan gunting steril, sisakan sekitar 2-3 cm dari perut, dan oleskan larutan yodium pada sisa tali pusar untuk mencegah infeksi.
c. Pemberian Kolostrum: Pastikan setiap anak babi segera menyusu kolostrum (susu pertama) dari induknya dalam waktu 24 jam pertama setelah lahir. Kolostrum sangat kaya akan antibodi yang penting untuk kekebalan tubuh anak babi.
2. Perawatan Rutin Anak Babi
a. Penyediaan Lampu Pemanas: Sediakan lampu pemanas atau sarana pemanas lainnya di area anak babi. Anak babi sangat rentan terhadap kedinginan (hipotermia).
b. Pemberian Pakan Tambahan: Berikan pakan tambahan (creep feed) mulai umur 7-10 hari. Hal ini bertujuan untuk melatih pencernaan anak babi dan mempersiapkannya untuk fase penyapihan. Untuk peternakan dengan indukan yang hiperprolifik, karena jumlah anaknya cinderung lebih banyak dibandingkan jumlah puting susunya, maka setelah mendapatkan kolostrum induk anak babi umumnya dilakukan cross fostering (dititipkan ke indukan lain). Penambahan liquid feed juga dilakukan untuk membantu anak babi bertahan hidup.
c. Penyuntikan Zat Besi: Suntikkan zat besi pada anak babi saat berumur 3-5 hari. Anak babi yang baru lahir memiliki cadangan zat besi yang sedikit, padahal kebutuhan zat besi sangat tinggi untuk pertumbuhan. Jika anda memelihara ternak babi dengan sistem intensif, penambahan sumber zat besi merupakan keharusan, karena babi tidak bisa \”mencari sendiri\” di lingkungan.
d. Pencegahan Anemia: Anemia dapat dicegah dengan memastikan anak babi mendapatkan cukup zat besi. Anemia dapat menghambat pertumbuhan dan membuat anak babi lebih rentan terhadap penyakit.
Manajemen Lingkungan
1. Penyapihan (Weaning): Penyapihan umumnya dilakukan pada usia 21-28 hari. Namun, hal ini bisa bervariasi tergantung pada kondisi induk dan anak babi.
2. Ventilasi: Pastikan ventilasi kandang baik untuk menjaga kualitas udara dan mencegah penumpukan gas amonia yang berbahaya bagi kesehatan babi.
3. Dokumentasi: Catat semua informasi penting, seperti tanggal melahirkan, jumlah anak babi yang hidup dan mati, dan perlakuan yang diberikan (obat-obatan, vitamin) untuk memudahkan pemantauan dan evaluasi.
Dengan menerapkan manajemen pemeliharaan pasca melahirkan yang baik, kesehatan induk dan anak babi dapat terjaga, sehingga meningkatkan produktivitas peternakan.
Salam sukses…
