Manajemen pemeliharaan induk babi bunting (sow management) adalah faktor krusial untuk memastikan kesehatan induk dan kelahiran anak babi yang optimal. Seluruh periode kebuntingan, yang berlangsung 3 bulan, 3 minggu, 3 hari (sekitar 114 – 116 hari) harus dikelola dengan sangat baik agar performa reproduksi di kandang breeding sesuai harapan. Berikut adalah uraian singkat mengenai hal-hal penting yang haus dilakukan, yaitu
1. Konfirmasi Kebuntingan
Setelah perkawinan, konfirmasi kebuntingan adalah langkah pertama yang paling penting untuk memsastikan perlakuan apa yang harus dilakukan untuk induk, baik yang berhasil bunting ataupun gagal bunting.
a. Pengamatan Birahi: Amati induk babi apakah ia menunjukkan tanda-tanda birahi kembali (kembali birahi) setelah 18-24 hari pasca perkawinan. Jika ia tidak kembali birahi, kemungkinan besar ia bunting.
b. Metode Non-invasif: Peternak modern sering menggunakan alat USG portabel atau tes darah untuk mengonfirmasi kebuntingan secara lebih akurat. Hal ini biasanya bisa dikonfirmasi pada hari ke-25 hingga ke-30 setelah perkawinan.
2. Manajemen Kandang dan Lingkungan
Lingkungan yang nyaman dan minim stres sangat penting untuk induk babi bunting.
a. Kandang Individu vs Kelompok:
* Induk babi bunting sering ditempatkan di kandang individu (gestation stalls) atau kandang kelompok yang dilengkapi dengan tempat makan individual untuk mencegah pertengkaran saat makan. Sistem kandang kelompok dengan akses ke pakan individu juga semakin populer karena dianggap lebih baik untuk kesejahteraan hewan.
b. Suhu dan Ventilasi: Jaga suhu kandang agar tetap nyaman (sekitar 18-21°C). Ventilasi yang baik diperlukan untuk membuang amonia dan menjaga kualitas udara.
c. Ruang Gerak: Berikan ruang gerak yang cukup agar induk babi bisa bergerak, berdiri, dan berbaring dengan nyaman.
3. Nutrisi dan Pemberian Pakan
Pemberian pakan harus diatur dengan cermat untuk menghindari kegemukan atau kekurangan gizi. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan 2x sehari untuk memastikan induk babi mendapatkan nutrisi yang cukup dan mencegah kelaparan. Selain itu, pastikan air bersih selalu tersedia.
a. Trimester Pertama (Hari ke-0 hingga 30): Pada fase ini, pembentukan embrio terjadi. Berikan pakan dengan porsi nornal, sekitar 2-2.5 kg per hari. Pastikan kandungan gizinya seimbang untuk menjaga kondisi tubuh induk.
b. Trimester Kedua (Hari ke-30 hingga 80): Fase ini adalah tahap pemeliharaan. Kebutuhan nutrisi belum meningkat drastis. Pemberian pakan tetap pada porsi normal.
c. Trimester Ketiga (Hari ke-80 hingga Melahirkan): Ini adalah fase kritis. Pertumbuhan janin sangat pesat. Tingkatkan porsi pakan secara bertahap hingga 3-4 kg per hari (atau diskusikan dengan nutrisionist untuk detailnya ya). Pakan harus kaya energi dan protein untuk mendukung pertumbuhan janin dan pembentukan susu.
4. Program Kesehatan dan Perawatan
a. Vaksinasi: Lakukan vaksinasi rutin untuk mencegah penyakit. Beberapa penyakit penting yang berpotensi mengganggu performa reproduksi dan bisa menyebabkan kegagalan bunting, antara lain PRRS, Porcine Parvovirus (PPV), Circovirus (PCV2). Sebaiknya lakukan cek terlebih dahuku tantangan apa saja yang ada di lingkungan kandang, lalu diskusikan program vaksin dan medikasinya dengan dokter hewan. Biasanya, vaksinasi dilakukan secara massal atau sekitar 2-3 minggu sebelum melahirkan untuk memberikan kekebalan pasif pada anak babi melalui kolostrum.
b. Perawatan Kaki: Lakukan pemeriksaan kaki secara rutin. Kaki yang sehat sangat penting karena induk akan menghabiskan banyak waktu berdiri dan berjalan, dan terlebih lagi induk menanggung beban yang relatif berat selama proses kebuntingan.
c. Perpindahan ke Kandang Bersalin: Sekitar satu minggu sebelum perkiraan tanggal melahirkan, pindahkan induk babi ke kandang bersalin (farrowing crate) yang telah disterilkan. Ini memberikan waktu bagi induk untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan mengurangi stres. Inilah pentingnya recording atau pencatatan di kandang breeding, kita harus tahu kapan dia sapih, kapan estrus dan kawin, lalu jika konfirm bunting kita harus hitung estimasi kapan proses kelahirannya.
Manajemen induk babi bunting yang baik tidak hanya memastikan ia tetap sehat, tetapi juga secara tidak langsung akan mempengaruhi jumlah anakan, bobot lahir, dan vitalitas anak babi yang akan dilahirkannya. Pastikan \”mesin uang\” di breeding dijaga dengan baik dengan menerapkan program pemeliharaan yang terbaik.
Sukses selalu.
